Waspadai Bahaya Akibat Aktivitas Tidak Sesuai Posisi Ergonomi Tubuh!

Waspadai-Bahaya-Akibat-Aktivitas-Tidak-Sesuai-Posisi-Ergonomi-Tubuh
Foto dari Canva

Posisi ergonomi merupakan posisi di mana tubuh sejajar dan seimbang, dengan menempatkan stres minimal pada tubuh dan menjaga sendi selaras. Posisi tubuh yang efektif, nyaman, aman, dan efisien tentu akan membuat tulang belakang terhindar dari keluhan-keluhan yang bisa memberatkan di kemudian hari. Sebaliknya, posisi tubuh yang salah ketika beraktivitas bisa menimbulkan bahaya yang perlu diwaspadai. Sering kali, mereka yang mengalami gangguan pada tulang belakangnya ini tidak menyadari ada yang salah hingga adanya keluhan, sehingga harus mendapatkan penangan pada klinik spine RSPI Jakarta. Meski pun penanganan yang diperlukan akan diberikan di klinik khusus tulang belakang tersebut, namun menghindari terjadinya gangguan tersebut tentunya lebih baik.

Berikut beberapa kesalahan pada aktivitas kerja sehari-hari yang mungkin tidak disadari berpengaruh pada kesehatan tulang belakang, dan bagaimana cara menghindarinya.

Kerja di Depan Layar dengan Posisi yang Salah

Cara duduk yang salah, posisi punggung yang salah, posisi peletakan kaki dan tangan yang salah, ataupun terlalu lama berada di posisi yang sama dapat menyebabkan masalah tulang belakang, terutama pada bagian leher dan pinggang. Keluhan yang sering timbul saat mengalami masalah tulang leher berupa pegal pada leher, kaku, sakit pada bagian tertentu ataupun menjalar ke bagian lainnya, leher bungkuk, gangguan keseimbangan, dan kelemahan anggota gerak.

Mencari tahu dan menerapkan posisi duduk yang baik ketika bekerja merupakan salah satu pencegahan yang baik. Posisi ergonomis ketika bekerja di depan layar ialah pandangan mata sejajar dengan layar komputer atau laptop. Pastikan posisi lengan di samping badan tidak terangkat dan terbuka, sudut lengan dengan siku sekitar 90 derajat, dan papan ketik harus memiliki penyangga untuk lengan. Posisikan monitor jarak monitor dengan mata tidak kurang dari 50 cm.

Lakukan peregangan setiap 1 jam sekali. Peregangan dari kepala hingga kaki dilakukan agar aliran darah tetap lancar dan otot tidak kaku akibat posisi yang sama di waktu yang lama. Ketika beristirahat dan melakukan peregangan sebaiknya tidak melihat gawai sama sekali, selain mengistirahatkan otot dan tulang, mata juga ikut beristirahat.

Sakit Pinggang karena Mengangkat Barang

Beberapa pekerjaan tentu tidak hanya duduk di depan komputer. Buruh pabrik, tenaga kesehatan, dan pekerja lapangan lainnya lebih banyak melakukan pekerjaan mengangkat dan meletakan barang dibandingkan pekerja kantoran. Posisi yang salah saat mengangkat dan meletakan barang dapat membuat postur tulang belakang berubah, membuat mudah lelah, memicu nyeri punggung dan nyeri sendi kronis.

Posisi badan yang bungkuk ataupun memutar ketika mengambil dan meletakan barang dapat membuat tulang belakang mendapat banyak tekanan dan menjadi bungkuk. Dekatkan benda dengan tubuh ketika akan diangkat ataupun diletakan, sehingga lebih efisien dan mengurangi risiko cedera punggung, leher, dan bahu. Saat mengangkat atau menurunkan benda yang berat, lakukan dengan perlahan dan pastikan benda posisinya diangkat di depan tubuh, gunakan otot kaki bukan otot punggung, dan jaga agar posisi punggung tetap lurus.

Ketika beban yang diangkat terlampau berat, cobalah untuk meminta bantuan sehingga dapat diangkat bersama-sama. Cicilah benda yang akan dibawa sehingga tulang dan otot tidak bekerja terlalu keras hingga menimbulkan risiko cedera. Gunakan alat transportasi untuk mempermudah pekerjaan membawa benda.

Jika Anda sudah merasakan keluhan-keluhan seperti yang dijelaskan di atas, lebih baik segera periksa ke dokter spesialis. Menunda-nunda periksa hanya akan membuat kondisi menjadi semakin parah di kemudian hari dan menurunkan produktivitas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.